Tokoh Falak NU Kebumen

Oleh: Drs. KH Mansur Al Kaff, Ahli Falak Kebumen

Saya memang asli Kebumen, tetapi secara pribadi saya tidak banyak kenal dengan Ulama Kebumen, karena dimasa muda merantau di Kalimantan Timur, sekitar 12 tahun lamanya. Berada di Kebumen hanya Sabtu dan Ahad. Tapi, setidaknya ada 3 ahli falak dari kalangan NU yang saya kenal.

1. KH Mahfudz, Kebadongan.

Beliau adalah menantu KH Mahfudz, Jetis. Abah dari KH Wahib Mahfud, Rois Syuriah NU Cabang Kebumen. Ketika saya kecil, kakak saya bercerita, yaitu KRS Mukhtarullah, bahwa Bapak KH Mahfudz kalau mengajar ilmu Falak, diawali dengan pengantar tentang berbagai macam alam, dari alam barzah, alam malakut, lalu ke jagad raya, baru masuk ke ilmu falak. Disamping beliau mengajar di pesantrennya , juga mengajar di MA Salafiyah, Wonoyoso, Kebumen.
Continue reading

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Diskusi, Diskusi Aswaja, Kajian, Obrolan, pemikiran, Uncategorized

FORGUSTA BERPARTISPASI MENCERDASKAN BANGSA ” BAGIKAN BUKU 44.028 EKSEMPLAR UNTUK SEKOLAH SWASTA “

Kewajiban semua warga Negara untuk mendukung peningkatan kuwalitas pelajar sebagai generasi penerus bangsa, guru sebagai pendidik, haruslah lebih konsisten terhadap peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Salah satunya harus memeotivasi minat baca pelajar yang selama ini belum membudaya di tingkat SMA/MA/SMK ke bawah.

Ada beberapa factor yang menyebabkan budaya baca buku itu masih minim, di antaranya guru belum mampu menciptakan budaya baca buku untuk pelajar, juga belum semua sekolahan ada perpustakaanya. Misalpun sudah ada perpustakaanya tetapi buku-bukunya belum lengkap. Itulah kondisi riil di lapangan. Potret pendidikan Indonesia yang memperihatinkan dan masih sangat perlu peningkatan, maka FORGUSTA (Forum Guru Swasta) Kebumen merasa prihatin, dan peduli. dengan kepedulian membagikan buku-buku untuk menunjang peningkatan minat membac Continue reading

5 Komentar

Filed under Kebijakan, penghargaan, Publik

LAPAN: Penentuan Idul Adha Arab Saudi Kontroversial

Jakarta , NU Online
Rabu, 17 November 2010 11:04

Astronom RI menilai rukyat awal Zulhijah yang dilakukan Arab Saudi sangat kontroversial. Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi harusnya berbarengan karena satu wilayah yang sama.

Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan berdasarkan garis tanggal, penghitungan visibilitas hilal (bulan), Arab Saudi harusnya mengalami awal Zulhijah sama dengan Indonesia.
“Harusnya sama dengan Indonesia . Pada tanggal 6 November, hilal tidak bisa dirukyat jadi tidak bisa awal bulan itu 7 November dan wukuf itu 15 November dan tidak mungkin Idul Adha 16 November. Jadi sama seperti di Indonesia , Zulhijah tanggal 8 November. Harusnya satu garis waktu,” katanya seperti dilansir inilah.com.

Thomas juga menilai, rukyat awal Zulhijah di Arab Saudi sangat kontroversial.
“Masalahnya, Arab saudi itu tidak terbuka. Siapa saksi yang melihat? Beda dengan di Indonesia di mana jabatan, umur dan tempat saksi mengamati bulan terbuka secara luas,” katanya. (mad)

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

HARI RAYA KURBAN “Secara Ilmiah Idul Adha 17 November”

Jakarta , NU Online
Selasa, 16 November 2010 12:00

Hari Raya Idul Adha tahun 2010 ini kembali berbeda. Namun, berdasarkan perhitungan ilmiah seharusnya memang jatuh pada Rabu (17/11). Karena, tidak mungkin ada rukyat hilal di Indonesia maupun Saudi pada 6 November. Sehingga 1 Dzulhijjah bertepatan dengan 8 November dan Idul Adha jatuh pada Rabu, 17 November 2010 ini.

“Saya memilih Idul Adha Rabu, 17 November berdasarkan sidang isbat dan memiliki dasar ilmiah paling kuat,”tutur peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, Senin (15/11). Berita ini kembali diturunkan karena banyak umat Islam yang ingin mengetahui.

Mengapa? Tidak adanya sistem penanggalan yang disepakati secara internasional, serta banyaknya kepentingan, menyebabkan perbedaan jatuhnya tanggal Hari Raya itu terjadi. Continue reading

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Berkurban: Menyembelih Kerakusan

Oleh: Salim Wazdy S.Ag. M.Pd

Jama’ah shalat Idul Adha, Rahimakumullah

Pada Hari Raya Idul Adha ini, marilah kita tingkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan cara menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-laranganNya. Sebagaimana telah dicontohkan Nabi Ibrahim AS yang telah berkurban mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara menyembelih segala kesenangan duniawi yang menghalangi dirinya untuk dekat kepada Allah SWT. Berkurban adalah Ibadah yang telah diperintahkan Allah sejak Nabi Ibrahim AS, sebagaimana dalam surat As Shaffat ayat 102-106

“Maka tatkala anak itu samapi (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, ia berkata: “Hai Anaku sesungguhnya akumelihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab:” Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapati aku orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan kami panggilkan dia: “ Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”. Sesungguhnya demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar satu ujian nyata”

Jama’ah shalat Idul Adha, Rahimakumullah Continue reading

1 Komentar

Filed under Diskusi, Diskusi Aswaja, Doa, Opini, pemikiran, peringatan, Publik

MENAKAR MAKNA SILATURRAHIM

Oleh: Salim Wazdy, S.Ag.,M.Pd
Terdapat beberapa varian istilah dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri antara lain, minal a’idin fal faidzin, halal bi halal dan silaturrahmi. Idul Fitri berasal dari dua kata Idul dan fitri, Idul berasal dari kata ’Id yang berarti kembali ke tempat atau ke keadaan semula. Ini berarti bahwa sesuatu itu tadinya menetap di suatu tempat atau pada suatu keadaan kemudian pergi atau pindah lalu kembali ke tempat atau keadaan semula. Keadaan semula itu adalah fitri atau fitrah, yang menurut Prof Quraish Shihab artinya asal kejadian, agama yang benar, atau kesucian.

Idul Fitri dapat dipahami kembalinya seseorang kepada asal kejadiannya, yang dekat dengan Allah SWT dan mempunyai kontrak penciptaan mengabdi kepada Allah SWT. Karena asal kejadian manusia dekat dengan Allah SWT, kemudian berpindah sebab perbuatan dosa. Dosa (keadaan yang tidak suci) telah menjauhkan manusia dari Allah SWT. Idul Fitri mengembalikan seseorang yang telah berdosa atau tidak suci kembali kepada keadaan semula yang mengabdi kepada Allah SWT, atau beragama yang haq, dan terbebas dari dosa atau suci. Syarat manusia bisa kembali kepada keadaan semula yang fitrah adalah amalan zakat fitrah dan puasa ramadhan yang disabdakan Nabi memuat rahmat, maghfirah (ampunan) dan ’itqu minna an-nar (pembebasan dari siksa api neraka). Proses kembalinya seseorang bukanlah sesuatu yang mudah karena evaluasi puasa langsung dari Allah SWT.
Continue reading

1 Komentar

Filed under Diskusi Aswaja, Kajian, Opini, peringatan, Publik

Khutbah jum’at

Menggapai ampunan Allah
Oleh : Manshur Mu’thi A Khayyi

الحمد لله الذي وفقنا لأداء العبادات واوقفنا على كيفيات اكتساب الشهادات

اشهد ان لا اله الا الله وحده لاشريك له شهادة تنجي قائلهامن المهلكات

واشهد ان محمدا عبده ورسوله المؤيد بافضل الأيات والمعجزات

وصلى الله علي سيدنا محمد وعلى اله وصحبه بحسب تعاقب الأوقات والساعات

اما بعد فيا عبا د الله اتقوا الله فى جميع الحالات .وتوبوا اليه يغفر لكم الذنوب والزلات

قال الله تعالى : وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Kaum muslimin rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan dan tumbuh kembangkan terus taqwa kita kepada Allah, kita laksanakan perintah dan kita tinggalkan larangan-NYA, lebih-lebih saat ini kita berada pada masa penyegaran dan pendadaran dalam mencapai kualitas kebertaqwaan kita, yakni bulan Ramadhan.

Di bulan Ramadhan dengan shiyam dan qiyamu romadhan kita dapat berharap untuk dapat mengisinya secara optimal dan maksimal, sehingga dapat mendapat rahmah dan maghfiroh mendapat kasih dan ampunan Allah yang Dia obral dibulan Romadhan. Sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits panjang, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yang potongannya berbunyi:
Continue reading

4 Komentar

Filed under Doa, Publik, Uncategorized

GOLONGAN PUTIH (GOLPUT) DALAM PERSPEKTIF FIQH SIYASAH

Oleh: KH Nur Sodiq (Ketua MUI Kebumen dan Rois Syuriah PCNU Kebumen)

Sejarah penyelenggaraan pemilu di Indonesia dari waktu ke waktu, jumlah golongan putih (golput) menunjukkan perkembangan yang terus meningkat. Pemilu 1955, yang dikenal paling luber (langsung, umum, bebas, dan rahasia) dan paling demokratis, tingkat golput mencapai 12,33%. Pemilu di era Orde Baru, di mana rakyat dimobilisasi, fenomena golput masih juga tinggi. Pemilu 1971 golput mencapai 6,67%, kemudian pemilu 1977 meningkat menjadi 8,40%, dan meningkat lagi pada pemilu 1982 menjadi 9,61%. Pemilu 1992 menjadi 9,05% dan 9,05%pada pemilu 1997, sedangkan suara golput pada pemilu 1999, pasca jatuhnya rezim otoriter mencapai 10,40%.

Peningkatan jumlah golput inipun terjadi pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Jumlah golput di tingkat propinsi mencapai 38% sampai dengan 40%. Pada tahun 2008 “dimenangi” oleh golput. Golput pada Pilkada Propinsi Jawa Barat, misalnya, mencapai 33%; Jawa Tengah 44%; Sumatera Utara 43%; Jawa Timur (putaran I) 39,2% dan (putaran II) 46%. Hal inipun terjadi pada pelaksanaan Pilkada tingkat Kabupaten/Kota, prosentase golput mencapai 30% sampai dengan 40%. Sedangkan yang terjadi di Kebumen pada Pilkada Putaran I tanggal 11 April 2010 yang lalu, jumlah golput lebih dari 30% sampai dengan 40%. Kondisi seperti ini, menjadi persoalan yang harus segera dikaji dan dijadikan sebuah PR bagi pemerintah daerah, KPUD selaku pelaksana teknis kegiatan Pilkada daerah, dan tentunya semua komponen masyarakat.
Continue reading

1 Komentar

Filed under Kajian, Obrolan, Opini, pemikiran, Politik, Publik

Warga NU diminta tentukan arah kiblat

Semarang – Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Masruri Mughni mengimbau warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk mencermati arah kiblat pada 26-30 Mei 2010 pukul 16.18. “ Insya Allah pada Jumat 28 Mei 2010 pukul 16.18 posisi matahari tepat diatas kakbah. Jadi bisa dipakai patokan untuk menentukan kiblat,” tegasnya, semalam.

Menurut kiai yang ahli falak itu, ada beberapa cara menentukan arah kiblat. Yaitu menggunakan kompas, teodolit atau bayangan matahari. “Cara yang paling mudah menggunakan bayangan matahari, “ tuturnya.

Pada Continue reading

2 Komentar

Filed under Diskusi, Diskusi Aswaja, Kajian, Kebijakan, pemikiran, peringatan, Publik, Uncategorized

KENAPA BULAN SABIT ?

Oleh: KH Manshur bin Mu’thi bin Abd kafi, Hakim PTA Yogyakarta

Dalam Al Quran, Bulan sebagai benda langit diformulasikan dalam kata Qomar dan ahillah. Kata Qomar dengan Syamsun( matahari) merupakan dua ayat ayat Tuhan yang dapat digunakan sebagai acuan berbagai perhitungan dan perhitungan tahun. Bulan ketika dikaitkan dengan waktu waktu ibadah Al Qur’an menggunakan istilah ahillah (jama’ dari hilal) .Hilal sendiri di masyarakat Arab dipergunakan untuk menamai bulan pada dua hari pertama dan dua hari terakhir tiap bulan yang bentuknya nyaris sama, hanya bedanya di awal bulan hilal muncul disebelah barat pada sore hari dan pada akhir bulan mencul dini hari di arah timur.

Bulan sendiri di masyarakat Arab ditinjau dari bentuk cahayanya yang tampak dari bumi mempunyai nama yang ber beda beda, tiga hari sekali berganti nama. Ini dapat dilihat di tafsir Al Qurtubi ysng menyebutkan nama nama bulan dari tiga hari pertema bernama gurrah lalu berturut turut setiap 3 hari sekali yaitu . ghurur,naqlu,tas’u, ‘usyr,albaidh, dzar’u,dzulmu, hanadis,daadi dan muhaq . Timbullah pertanyaan kenapa dengan hilal yang dipertanyakan masyarakat Quraisy dan al Quran menjawabnya? Dan dalam tulisan terdahulu(pernah dimuat di Badilag net) penulis mensyaratkan hilal dinyatakan wujud harus sudah berupa bulan sabit ?
Continue reading

1 Komentar

Filed under Diskusi, Diskusi Aswaja, Kajian, Opini, pemikiran, Publik, Uncategorized