Desember 15, 2009

Tradisi Suran dan NU

Oleh : Muhamad Siswanto

Dikalangan masyarakat Jawa, tradisi suran sangat membudaya terutama masyarakat pusat budaya jawa klasik solo dan yogyakarta, juga di pesisir utara pantai pulau jawa. Masyarakat jawa yang juga disebut kejawen sering mengadakan upacara-upacara adat, seperti pemandian benda pusaka, tradisi selamatan dan semedi. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang selalu di yakini dan dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Jawa. Pada malam pergantian tahun baru Hijriyah ini banyak masyarakat yang melekan atau tidak tidur semalaman, setelah sore harinya didahului dengan selamatan dengan beberapa sajian atau sesajen seperti dekem (bagi masyarakt pantura) dan ingkung (bagi masyarakat pantai selatan). Sajian ini dibuat dari sembelihan ayam yang dibiarkan utuh tidak dipotong-potong dan diberi bumbu penyedap. Di solo ada yang membuat dengan cara dibakar, sedangkan didaerah lain ayam direbus. Sajian juga dilengkapi jajan pasar yang terdiri dari makanan ringan masyarakat jawa, yang dibeli dipasar seperti Baca terus →

Desember 2, 2009

Safari Muharram PCNU Kebumen

Menghadapi bulan Muharram 1431 H Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kebumen, rencana akan mengadakan Safari Muharrom ke MWC NU Se-kabupaten Kebumen. Keputusan melaksanakan Safari Muharrom berdasarkan tausyiah yang disampaikan oleh Musytasyar dan dikuatkan hasil rapat unsur pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah, hari ahad, 29 November 2009, di ruang pertemuan pengurus (lantai 2) kantor PCNU Kebumen. Safari bertujuan untuk memperkuat konsolidasi ditubuh pengurus NU, mulai dari Pengurus Anak Ranting sampai dengan Pengurus Cabang. Agenda safari meliputi sosialisasi program, diantaranya informasi mengenai keberadaan BMT NU Sejahtera, penanaman pohon Jabon yang dikelola oleh GNKLNU, dan penguatan i’tiqod Ahlussunnah Wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama.

PTH (Pelaksana Tugas Harian) Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Drs. Khomsin, M.Pd mejelaskan, kegiatan ini juga untuk Baca terus →

September 10, 2009

Kiai Dulah dan Kebunnya

kebun-kampung-kiyai-dulah-warga-NU-Oleh: Akhmad Murtajib
Saya mengendarai mobil begitu kencang menuju ke timur. Sampai saya tak menyadari telah sampai di sebuah desa. Saya merasa belum pernah menuju desa ini. Terasa asing, kecuali satu plang terpampang di halaman rumah seorang warga. Terlihat jelas plang itu bertuliskan Pimpinan Ranting NU Desa Clebok –bukan nama desa sebenarnya.

Saya membelokan mobil, karena saya selalu merasa bila sebuah rumah ada gambar NU-nya adalah saudara saya. InsyaAllah akan diterima sebagai tamu –sebagai sesama warga NU. Apalagi hari itu, maghrib menjelang, siapa tahu saya akan kebagian seteguk air putih untuk membatalkan puasa bila bedug buka telah berkumandang.

Saya turun dari mobil, melihat kanan kiri. Sepi, tak seorang pun terlihat. Saya perhatikan rumah itu sebelum mengetuk dan mengucapkan salam. Tapi Baca terus →

September 5, 2009

Dari Rasa Handarbeni Alumni Pesantren sampai Gerakan Transnasional

warga-Nu-kebumenOleh: Akhmad Murtajib (warga NU)

Beberapa hari lalu saya bertemu seorang teman –alumnus salah satu Pesantren di Kebumen. Sebut saja namanya Sohib. Dia baru saja berkunjung ke Pesantren X tempat dia mondok beberapa tahun lalu. Dia datang ke Pesantren X dalam rangka rapat persiapan acara silaturahim syawalan dan temu alumni.

Sebenarnya saya kurang tertarik dengan cerita mengenai silaturahim macam itu. Karena bagi saya acara macam demikian sudah menjadi hal biasa, tidak ada hal baru. Tapi Sohib terus nyerocos bercerita hingga saya merasa berkewajiban mendengarnya. Apalagi, lama-lama ceritanya menjadi menarik ketika dia ngomong, “sebenarnya saya kurang setuju dengan acara silatuahim macam itu.” Klop lah dengan pemahaman saya.

Saya mempertajam pendengaran Baca terus →

Juli 17, 2009

Shalat tanda Islam

Oleh: Salim Wazdy

Hasil utama Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah perintah menjalankan shalat lima waktu. Allah SWT berfirman dalam surat An Ankabut ayat 45: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar”.

Shalat subtansinya adalah proses komunikasi penghambaan manusia (makhluk= ciptaan) dengan Allah SWT (khaliq=pencipta). Shalat adalah perilaku proses penghambaan atau menghamba atau menjadi hamba. Hamba selalu taat, patuh dan tidak pernah membantah perintah tuannya. Manusia pada dasarnya adalah hamba yang harus taat, patuh dan tidak pernah membantah perintah Allah SWT. Seorang hamba (manusia) tidak akan berperilaku semena-mena terhadap Baca terus →

Juli 15, 2009

Muda NU Sales Ideologi Aswaja

Setiap anak muda NU harus menjadi sales (pengecer) idoelogi Ahlusunnah wal jama’ah (Aswaja), dan lembaga-lembaga NU muda seperti IPNU, IPPNU, Fatayat dan Anshor diharapkan menjadi mini market ideologi Aswaja juga, hal tersebut dikatakan oleh Drs. Kholid Anwar dalam diskusi lanjutan dengan “Revitalisasi Gerakan Muda NU Kebumen”, Rabu, 15 Juli 2009. Salim Wazdy, M.Pd. mengatakan, diskusi ini merupakan diskusi lanjutan tentang “Reorientasi Gerakan Muda NU Kebumen”.

Selanjutnya Drs. Kholid Anwar mengatakan. Ideologi Aswaja harus dipasarkan secara cerdas dengan kemasan yang menarik. Pemanfaatan moment peringatan hari besar Islam merupakan salah satu peluang yang tepat untuk sosialisasi, dan penanaman ideology Aswaja. Gerak Baca terus →

Juli 1, 2009

PCNU Kebumen akan mendirikan BMT NU Sejahtera

Ketua PCNU Kebumen KH Masykurrazak mengatakan PCNU Kebumen berniat mendirikan Baitul Mal wat Tamwil Sejahtera. Pendirian BMT bertujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan terutama warga Nahdliyyin, karena faktanya banyak warga Nahdliyyin membutuhkan pendampingan ekonomi.

Kurangnya lembaga yang mendampingi untuk memperkuat ekonomi warga NU, saya harap bisa diminimalisir dengan berdirinya BMT tersebut, karena NU baru punya satu BMT yang di bawah MWCNU Kebumen. Banyak warga NU yang butuh modal larinya ke lembaga keuangan lain yang tidak ada hubungan organisasi dengan NU, ini memprihatinkan, ya bukan salah warga, memang faktanya belum bisa memenuhi kebutuhan warganya.
Baca terus →

Juni 27, 2009

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DARI PERSPEKTIF BUDAYA

Oleh : DARMANINGTYAS

Pengantar:

Membaca TOR (Term of Reference) seminar ini penulis sebetulnya gamang membuat catatan untuk bahan diskusi kali ini karena panitia telah membuat TOR cukup komprehensif, termasuk menjelaskan berbagai jenis tingkat kecerdasan seseorang yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Kegamangan itu penulis rasakan termasuk ketika akan memilih angle tulisan dari mana? Maka izinkan penulis bicara mutu dari sudut pandang pemerintah terlebih dulu, karena itu mudah disimak indikator-indikatornya.

1. UN dan Mutu Pendidikan

Bila kita mana dikatakan standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi kelulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Pasal ini kemudian ditegaskan kembali pada PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Baca terus →

Juni 20, 2009

SEMINAR LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU KABUPATEN KEBUMEN

SEMINAR LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU KABUPATEN KEBUMEN
KERJASAMA DENGAN DINAS DIKPORA KAB. KEBUMEN
DAN DEPARTEMEN AGAMA KAB. KEBUMEN

A. Tema Seminar

“Menguak Konsep Dasar dan Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia”

B. Latar Belakang

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) no. 20 tahun 2003 menegaskan bahwa:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat, bangsa dan negara.
Tak perlu panjang berteori, bunyi undang-undang secara konkrit telah menggambarkan pendidikan berkualitas, yaitu pendidikan yang mengacu pada pemberdayaan seluruh potensi kemanusiaan, terutama aspek spiritualitas, emosi, kepribadian, dan moral. Jadi, pendidikan kita tidak sekedar ingin mewujudkan kecerdasan intelektual (IQ). Bukan sekedar nilai rapor dan hasil ujian saja. Baca terus →

Juni 20, 2009

Penguatan Paham Ahlussunnah Wal Jamaah Umat Melalui Bedah Buku Ilusi Negara Islam

Oleh ; Borni Kurniawan

Pendahuluan

Islam di Indonesia terkenal dengan Islam yang ramah, bersahabat dan kontekstual. Kesan ini paling tidak nampak dari jejak sejarah perjuangan para wali dalam menyebarkan agama Islam di bumi Nusantara. Hasilnya yaitu sebuah kultur keberagamaan yang menjunjung tinggi kearifan lokal, dan inklusif. Sunan kali jaga, misalnya salah satu wali sanga yang tidak pernah menerapkan jalur kekerasan untuk menegakkan syariat Islam di masyarakat Jawa khususnya. Beliau juga tidak pernah mengkafirkan golongan lain (budha, hindhu) sebagai agama yang lebih dulu ada di Nusantara dan harus diperangi. Justru sebaliknya dengan penuh kearifan Islam bisa berkembang dan duduk bersanding secara baik dengan agama-agama tersebut dan agama Kristen yang datang kemudian.
Baca terus →