Warga NU Harus Cerdas berPolitik

Kebumen – Cendekiawan NU dan pengamat politik lokal Kebumen, Drs H Moh Dawamudin Masdar MAg, meminta hasil pileg 2009 menjadi wahana mawasdiri dan konsolidasi bagi nahdliyyin. ” Saatnya para elite politik NU di pusat dan daerah bersatu. Hentikan hobi mendirikan partai politik berbasis NU.” tandas dosen STAINU Kebumen itu, kemarin.

Merurut Dawam, kemerosotan perolehan suara partai berbasis NU, mulai PKB, PPP, hingga PKNU semestinya menjadi pelajaran bagi para politikus. Janganlah berpikir mendirikan partai politik sama dengan jamaah Yasinan.

Menurut Dawam, pada pemilu 2004 PKB Kebumen masih mampu mendulang tujuh kursi DPRD kabupaten. Selain itu, PPP juga masih bisa mendulang lima kursi DPRD kabupaten. Bahkan, PKB mampu mendudukka kursi di DPRD Jateng. Namun setelah partai berbasis NU pecah, khususnya PKB, mudah ditebak suara partai tersebut merosot. Bahkan, posisi PKB di Kebumen bisa turun lagi dari tiga besar. Kondisi itu tentu memmperihatikan bagi warga nahdliyyin.

Rugikan NU

Dawam mengingatkan, jika kkondisi seperti itu terus dibiarkan hingga Pilpres 2009, sangat merugikan NU. Dia yang juga pengurus PCNU Kebumen mengimbau elite politik NU untuk segera bersatu dan berkonsolidasi. Sebab, jika para elite politik lokal NU masih tercerai berai, akan makin melemahkan posisi tawar NU. Padahal, kondisi s eperti itu dalam skala nasional diduga disengaja oleh pihak luar NU dan tidak ingin nahdliyyin menjadi solid.

Dawam menegaskan, jati diri politik NU yang sejak dulu adalah politik kebangsaan. Nu juga menjadi garda depam dalam mempertahankan NKRI. Adalah naif, jika belakangan ini para politikus berlomba mendirikan partai yang muaranya justru bisa memecah belah warganya. Dia menyarankan para elite politik NU saat ini untuk mengubah haluan dan segera membangun komitmen, supaya bisa memilik partai yang solid dan kuat. Tidak perlu banyak partai NU. Namun cukup satu atau dua dan memiliki pendukung besar, ideologi kuat, dan arah yang jelas.

Dia khawatir, Nu sebagai jam’iyah ahlussunnah waljamaah bisa makin terpinggirkan, karena kesalan strategi dalam berpolitik. Karena itu, politik NU harus tetap mengutamakan kepentingan umat dan bangsa. (B3-66)

Sumber ; Suara Merdeka, edisi; jum’at kliwon | 17 April 2009

Tinggalkan komentar

Filed under kliping, Politik, Publik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s