Penguatan Idiologi Ahlussunnah wal Jama’ah

Kebumen, 25 Mei 2009.- PCNU Kebumen mengadakan penguatan idologi ahlussnnah wal jama’ah bagi para kepala Sekolah di bawah naungan LP Ma’arif dan pimpinan STAINU Kebumen. KH Masykur Razak dalam sambutannya mengatakan semua elemen pendidikan di bawah naungan Ma’arif harus satu idologi yakni paham ahlussunnah wal jama’ah sebagai paham resmi oraganisasi NU. Islam Ahlussunnah wal jama’ah harus menjadi landasan ibadah, dan berpikir bagi warga NU dan khususnya orang-orang yang ada dalam lembaga Ma’arif mulai dari PAUD, RA/TK, MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK sampai STAINU Kebumen baik pimpinan maupun dosennya. Hadir dalam acara ini, 30 orang perwakilan madrasah/sekolah dan 15 orang pengurus PCNU dan PC LP Ma’arif Kebumen.

Acara ini digelar karena PCNU dengan tujuan pertama memperkuat pemahaman tentang Islam sehingga menjadi idiologi dalam beribadah. KH Maksum Lutfi Rois Syuriah PCNU Kebumen mengatakan: NU sudah mempunyai landasan ibadah yang kuat dan dijamin kebenarannya, jangan sampai hidup di NU kok ibadahnya tidak mengikuti paham ahlussunnah wal jama’ah, malah aneh-aneh yang landasannya sangat dangkal. Islam itu luas jadi jangan dipersempit memaknai Islam hanya melihat tekstualnya saja, bahkan baru tahu satu teks kemudian memberikan fatwa dan menyalahkan orang lain. Kajian teks harus diikuti dengan kajian konteks, sehingga pemahamannya tentang Islam lengkap.

KH Masykurrazak menambahkan: tujuan kedua memperluas wacana ahlussunna wal jama’ah dalam bidang-bidang yang lain seperti politik, ekonomi, dan budaya. Misalnya dalam politik, NU memandang semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama, tidak ada perbedaan hukum dalam berbangsa dan bernegara. Makanya dalam pemilu pemilihan presiden Juli besok warga NU silahkan memilih presiden yang disenengi. PCNU Kebumen tidak mengharuskan atau tidak ada pengarahan maupun penggiringan nyontreng salah satu calon. Silahkan nyontreng yang secara real berpihak pada rakyat, karena pada hakekatnya berpihak pada rakyat sama juga berpihak pada NU. Pendek kata PCNU Kebumen delam pilpres Juli mendatang NETRAL, kalau ada pengurus NU terlibat dalam aktivitas dukung mendukung atau menjadi tim sukses capres, merupakan kepentingan pribadi bukan kebijakan organisasi, jadi ya terserah mau ikut silahkan nggak juga silahkan.

Pandangan ahlussunnah wal jama’ah dalam ekonomi mengedepankan ekonomi kerakyatan. Pandangan budaya ahlussunnah wal jama’ah mengedepankan budaya yang menjunjung akhlak (etika) yang memlihara jiwa, akal, kehormatan sesama manusia.

Pada pertemuan tersebut disepakati jadwal pengatan idiologi ahlussunnah wal jama’ah untuk guru-guru Ma’arif dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli 2009.(SW)

1 Komentar

Filed under Diskusi, Diskusi Aswaja, Kebijakan, Lingkungan, Obrolan, pemikiran, Politik, Publik

One response to “Penguatan Idiologi Ahlussunnah wal Jama’ah

  1. ARIEL KEBUMEN

    Guru Ma’arif aja ga tahu NU, pastonua sulit dong BELAJAR ASWAJA Ala NU, apalgi smapai imolmentasi ……………………..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s