Reorientasi Gerakan Muda NU Kebumen

Kebumen – Jum’at, 5 Juni 2009. PCNU Kebumen menyelenggarakan diskusi generasi muda NU Kebumen di Aula PCNU Jl. Kusuma, Nomor 96. Diskusi ini mengambil tema: ”Reorientasi Gerakan Muda NU Kebumen”. Acara ini dihadiri oleh 75 orang dari unsur GP Anshor, IPNU, IPPNU, Fatayat, dan muda NU kultural.

Salim Wazdy. M.Pd, wakil ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen mengatakan. Acara ini diselenggarakan karena melihat gerakan muda NU Kebumen arahnya berseliweran seolah kehilangan arah (disorientasi), kadang terjadi arah gerakan muda NU tidak ada kaitannya dengan NU maupun ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah. Gejala tersebut sangat memprihatinkan bagi masa depan NU, karena merekalah generasi penerus NU. Arah mana yang harus di tempah oleh generasi muda NU akan menentukan NU masa depan. Kesalahan arah gerakan juga berdampak pada suramnya masa depan NU. Gerakan muda NU Kebumen kebanyakan di politik praktis, energinya terlalu berlebihan, sehingga ada kesan bahwa muda NU yang suskses adalah mereka yang menjadi anggota DPR atau DPRD. Muda NU melupakan bahwa masih banyak bidang lain yang sangat perlu untuk dilakukan, misalnya penguatan ideologi ahlussunnah wal jama’ah.

pc nu kebumen-dialog

Drs. Moh Dawamudin Masdar. M.Ag, dosen STAINU Kebumen, dan juga wakil ketua PCNU dalam pembicara acara ini mengatakan. Pertama konteks politik sekarang saya berharap ini yang terakhir warga NU mendirikan partai baru. Untuk pilleg ke depan caleg yang dari NU yang kira-kira nggak punya duit ndak usah maju. Kasus desa tanjungsari, mayoritas NU yang menang adalah partai yang bukan NU karena punya uang. Pilleg kedepan nggak tahu sistemnya seperti apa.
Kedua perjuangan politik tidak hanya dilegislatif, tapi juga eksekutif, maka perlu kader yang punya kualitas dan kapasilitas, dan ini NU tidak punya, misalnya di keuangan, maka jangan semuanya jadi kyai.
Pola pengkaderan NU sekarang harus merubah pola pandang yang match dengan perkembangan jaman yang empiris dan tidak cukup hal-hal yang abstrak. Generasi tua kita mungkin cukup dengan iming-iming pahala (abstrak), tapi generasi muda kita sudah tidak cukup, sesuatu yang empiris.
Ketiga, rumusan gerakan NU ke depan yang sudah jalan seperti di politik semangatnya tidak perlu di tambah, harus ada inisiatif gerakan muda NU yang lain asal jangan keluar dari koridor ahlussunnah wal jama’ah.
Keempat, dalam pilpres salut dengan sikap PWNU Jatim yang membebaskan warganya untuk memlilih capres-cawapres dan tidak kaitannya dengan kelembagaan NU. Kelima, perlu pertemuan kader lintas komunitas, yang dipolitik, yang dipesantren, yang akademisi dan lain-lain.

KH Nur Shodiq Rois Syuriah PCNU Kebumen, mengutip apa yang disampaikan ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, kelambagaan NU dari PB sampai Ranting lagi prihatin, karena adanya gerakan trans nasional yang mengancam Islam ala Ahlussunnah wal jama’ah, maka harus perlu kaderasasi yang baik. NU harus kembali pada tausiyah Hasyim Asy’ari yang termuat dalam qonun asasi NU yang diterjemahkan oleh Kyai Mustofa Bisri, kita perlu berkiblat ke sana.
Kedua, masalah politik praktis, sampai sekarang belum rampung nggarap politik, sehingga satu daerah dengan daerah lain belum sama. Tentang pilpres, himbaun dari PBNU maupun PWNU tidak akan efektif karena landasan organisasinya belum selesai. Apapun yang terjadi untuk pilpres pengarahan warga NU untuk pilpres tidak akan efektif. Lebih penting kita fokus pada Ke NU an secara kelembagaan maupun ideologi. Saya sampaikan terima kasih kepada LP Ma’arif atas kerjasamanya dalam proses pengkaderan kelembagaan NU dan ideologi ahlussunnah wal jama’ah.

pc nu kebumen-politik

Seluruh peserta diskusi bersepakat bahwa sangat perlu dilakukan penguatan kelembagaan dan ideologi NU bagi generasi muda. Mereka berharap bahwa generasi tua untuk memberikan tauladan yang baik dalam rangka penguatan kelembagaan dan ideologi NU. (SW)

5 Komentar

Filed under Diskusi, Diskusi Aswaja, Kebijakan, Obrolan, pemikiran, Politik, Publik

5 responses to “Reorientasi Gerakan Muda NU Kebumen

  1. Assalamu’alaikum wr wb.
    Kang Salim, mestinya headernya bisa lebih bagus …
    Selamat !

    Salaman
    Aguspur
    sakobere.co.cc

  2. Hmmmmmmmmm……..
    Semoga usulan segera terealisasikan……….he he he he he he he he…………….

  3. ARIEL KEBUMEN

    S’mGA BERLANJUT smpai pd aksi nyata bermnafaat bagi umat,

  4. antasalam

    wkt kan brjln sesuai dg kodratny umat amat rindu dg sentuhan2 nyta,angan yg penuh brharap brharap…angan smakin trgantung ,sedang apa kau nu?ada apa kau nu?usangny pertanyaan nmn tak prnah temui ujung pangkalny sebuah jwban,benarkah nu s dh tak mmpu mnjwb knyataan wahai nu jgn kau tidur didlm sinar mentary yg amat mnyengat,jgn kau minum sndiri air itu,jgn kau pake sndiri payungku

  5. reoriantasi gerakan saya rasa dimulai dari orientasi terlebih dahulu, penguatan orientasi merupakan bentuk dari perwujuadan visi misi dan tujan itupun yang bersifat jangka panjang, reorientasi ang tidak dimulai dari orientasi maka yang muncul adalah dis orientasi, sehingga gerakan muda nu akan mengalami dis orientasi.
    reorientasi gerakan muda itu juga harus punya pradigma, kritis transformatifkah atau menggiring arus atau yang lain atau tidak berparadigma sama sekali.
    reformulasi paradigma gerakan Muda NU saya rasa sangat penting untuk dirumuskan dan tidak hanya pada tataran teoritis itupun mengacu pada nilai-nilai yang terkandung dalam aswaja. kalaupun itu mau ra gelem ya rapapa………………………………………………………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s