Shalat tanda Islam

Oleh: Salim Wazdy

Hasil utama Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah perintah menjalankan shalat lima waktu. Allah SWT berfirman dalam surat An Ankabut ayat 45: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar”.

Shalat subtansinya adalah proses komunikasi penghambaan manusia (makhluk= ciptaan) dengan Allah SWT (khaliq=pencipta). Shalat adalah perilaku proses penghambaan atau menghamba atau menjadi hamba. Hamba selalu taat, patuh dan tidak pernah membantah perintah tuannya. Manusia pada dasarnya adalah hamba yang harus taat, patuh dan tidak pernah membantah perintah Allah SWT. Seorang hamba (manusia) tidak akan berperilaku semena-mena terhadap hamba lainnya (manusia lain). Tidak benar jika manusia sebagai hamba menyakiti, sewenang-wenang, arogan, sok kuasa, korup, kejam, bengis, merusak lingkungan, melakukan KDRT dan menindas manusia lainnya.

Shalat mendidik manusia untuk berperilaku menjadi hamba yang selalu taat, patuh, terhadap perintah Allah sebagai pemilik segala kebaikan. Orang yang telah shalat seharusnya selalu berbuat baik, sebagai perilaku hamba. Oleh karena itu jika seseorang shalatnya benar maka dapat mencegah perilaku keji dan munkar.

Keji (fakhsya’) adalah perilaku yang melanggar norma agama, sosial, susila yang bersifat individual, kemudian berdampak pada kekacauan (anomali) sosial dan agama. Pelanggaran perilaku secara individual pada akhirnya berdampak rusaknya tata nilai masyarakat dan agama. Misalnya zina –lebih dikenal dengan selingkuh—perspektif pelaku mungkin kejahatan yang dilakukan secara perseorangan atau bersifat individual, tetapi jika tidak dilakukan pembiaran maka berdampak pada kekacauan (anomali) sistem sosial. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) seolah urusan privat, tetapi jika tidak diatur dalam ranah hukum, pasti juga akan berdampak pada kekacauan sosial juga.

Keberanian seseorang untuk melanggar norma biasanya dilakukan oleh orang yang merasa dirinya mempunyai kekuatan, kemampuan, kekuasaan seolah-olah dirinya adalah tuan dan bukan hamba. Hamba tidaklah mungkin mempunyai keberanian untuk melakukan pelanggaran sosial, agama maupun susila.

Munkar adalah perilaku yang melanggar norma agama, sosial yang berdampak langsung terhadap kehidupan bermasyarakat. Misalnya bencana perang, sabotase, perampokan, korupsi dan lain-lain. Korupsi secara langsung bisa menyebabkan peningkatan kuantitas (jumlah) kemiskinan, kurang gizi, menurunnya fasilitas umum bahkan kematian secara masal.

Shalat sebagai proses penghambaan diharapkan dapat membentuk perilaku umat Islam yang shaleh tidak hanya keshalehan individu namun juga keshalehan sosial. Keshalehan individu akan mencegah perilaku keji, sedangkan keshalehan sosial diharapakan mencegah perilaku kemungkaran. Orang Islam yang shalatnya baik tentu tidak akan melakukan pelanggaran norma baik yang berdampak pada individu maupun sosial.

Shalat simbol ke-Islam-an

Shalat mendidik kehidupan yang damai, karena Islam pada dasarnya rahmatan lil alamiin cinta damai dan membenci segala bentuk kekerasan. Orang Islam yang shalatnya baik, seharusnya cinta damai dan tidak melakukan kekerasan. Shalat bahkan menjadi tanda atau simbol keIslaman seseorang, sabda Nabi : “(perbedaan) antara Islam dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”. (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah). Hadis Nabi tersebut sangat jelas dan tegas shalat menjadi tanda atau ”simbol” seseorang tetap dalam Islam atau telah kafir tergantung orang tersebut masih menjalankan shalat atau tidak.

Orang Islam yang mengklaim telah menjalankan shalat tetapi masih melakukan kekerasan, korupsi, menidas, kerusakan lingkungan baik secara langsung maupun tidak secara langsung, dia harus mempertanyakan shalat dan keIslamannya. Isra’ Mi’raj menjadi moment bagi diri kita untuk meningkatkan kualitas shalat sehingga perilaku orang yang telah shalat shaleh secara individual dan sosial. Keshalehan orang Islam yang telah shalat menjadi embrio Islam yang rahmatan lil alamiin. Wallahu ’alam bissawab.

Salim Wazdy, S.Ag.,M.Pd. wakil ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen

6 Komentar

Filed under Diskusi, Obrolan, Opini, Publik

6 responses to “Shalat tanda Islam

  1. Slamet

    Yang jadi masalah ustadz, sholat yang benar dengan merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah itu gimana? Masalahnya sekarang ini sudah banyak sekali sekte dalam Islam sehingga kami sebagai ummat awam merasa bingung atas perbedaan-perbedaan yang ada dewasa ini. Mohon penjelasannya. Syukron.

  2. Kang salim benar, banyak dari kaum muslimin yg baru bisa “fi’lu sholat”, belum “iqomatu sholat”. Karna itu jgn heran jika sholatnya tdk bisa “tanha ‘anil fahsya wal munkar”. Maka dari itu, sekedar saran aja, yuk kita sholat daim, agar bener2 dpt “iqomatu sholat, yg dpt nyegah fakhs & munkar”, artinya sholatlah selamanya, baik didalam maupun diluar waktu sholat. sholat harus dpt diterjemahkan dan diaplikasikan sbg bentuk kesalehan individu or social.

  3. Wahib Adib

    Imam Ali Zainal Abidin saat beliau berwudlu gemetar badannya. Ketika beliau mau shalat maka pucat pasilah warna kulit beliau. Ketika beliau ditanya apa penyebabnya, maka jawabnya “Celakalah kalian, apakah kalian tidak tahu, kepada siapa aku akan menghadap ?” Saudaraku, apakah kita pernah merasakan apa yang beliau rasakan dalam shalat2 kita ? Ya Alloh sangat naif hamba-MU ini. Tolonglah kami agar dapat menghamba seperti penghambaan para salafush shalih, sehingga shalat kami dapat mencegah kami dari fakhsya’ dan mungkar.

  4. muhammad kharis

    Ngapuntene Rombongan
    M. Kharis (10.207045)

    Pak tolong IPNU di Kebumen di perhatikan… beri jalan agar bisa menfasilitasi untuk masuk ke STAINU Terutama di sekolah Lingkungan LP… IPNU kan ujung Tombak kaderisasi NU… Bagaiman NU mau ada kalau kadernya g ada….

    Badrusalim (10.207030)

    Limadza laisa al musholla al ‘am fi PC NU SYAI’UN NGAJIBUN..
    Firdaus (10.207035)

    males ah.. ko pengurus terasnya itu-itu saja, ga ada regenerasi (Kutosari centris)mang ga ada yang lebih kualivide po??

    Enik Mawarni (10.207072)

    BMT ne La yamutu wala yahya ola bermutu akeh biaya….

    Puryati (10.207071)

    Masa pengurus terase nggo jaminan seles marketing BMTne??? ra jos temen selese.. ngandalaken mbah-mbaeh tok..

    Nur Hisyam Ch (10.207052)

    Ajeng Teng Wingking WC nginggil ko Di gembok..

    Sekali NO Tetap NU…
    Hidup Banser….
    Ha….Ha…Ha….

  5. Ismilah Ardianingrum

    Yupzzz bener bagt neh pak, Bahwa sholat itu mencegah hal – hal yang mungkar but apa kebanyakan ummat Islam udah ngejalanin sholat yang sebenernya ya,,,,, Mendirikan sholat ternyata makna kiasnya cukup dalam lho…, sholat yang gimana seh yang dapat menjauhkan dari hal yang mungkar?

  6. Mudzakir(10.207050)

    Assalamu`alaikum
    puji syukur kehadirat Alloh SWT semoga kita mendapat taufiqdan hidayahNya
    saran buwat PCNU Kebumen mohon paling tidak PCNU ada Musholla………………..
    selanjutnya kami berawal dari IPNU tentu merasa bahagia karena merupakan salah satu ujung tombak dalam kemajuan NU ke depan………… disamping itu kami bisa berharap PCNU dan BANOM-BANOM yang ada bisa tukar pikiran melalui forum atau bisa dikatakan ada pertemuan rutin 3 bulan sekali (misalnya) untuk membahas hal-hal yang mungkin kiranya perlu dibahas atau entah program-program ke Depan demi kemajuan NU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s