Pluralitas Gus Dur Semangati Kaum Muda, dari doa bersama di pinggir sawah

Kebumen, Suara Merdeka – Sekitar limapuluh aktivis LSM, agamawan, tokoh muda dan mahasiswa, Sabtu, 2 Januari 2010 menggelar doa bersama untuk arwah KH Abdurrahman Wahid dengan titel “Dari pinggir sawah, kita doakan Gus Dur “, di desa Kembaran, Kecamatan Kebumen.

Acara diadakan secara sederhana, duduk lesehan melingkar di pinggir sawah dengan penerang puluhan lilin di kediaman Akhmad Murtajib. “Sambil berdoa, kami juga merefleksi atas praktek kehidupan keberagaman di Kebumen, ” kata Akhmad Murtajib, pengundang sekaligus tuan rumah acara tersebut.

Murtajib berharap, sepeninggal Gus Dur, keberagamaan etnik dan agama serta demokratisasi di Indonesia tetap terjaga, termasuk di daerah Kebumen. Sebab, hal itu salah satu warisan terbesar Gus Dur yang harus di jaga, dihormati, bahkan dikembangkan oleh siapa pun.

Acara itu dihadiri oleh berbagai elemen dari PCNU, Gereja Katolik, Repdem, IPNU, PMII, Gampil, Mudika, KKMK, dan lainnya. Undangan hanya disebar satu hari, itu pun hanya melalui blog wongbumen, http://wongbumen.info, facebook, dan sebagian kecil SMS. Banyak yang kecewa, karena baru tahu undangan tersebut di minggu pagi, ” kata Murtajib.

Doa dimulai pukul 20.15. Diawali dengan memutar film-film tentang Gus Dur secara online dari beberapa situs seperti youtube.com. Gelak tawa sesekali terdengar ketika peserta mendengar pernyataan Gus Dur dalam film-film tersebut.

“Kami memang kehilangan Gus Dur. Tapi kami yakin kesedihan macam begitu bukanlah yang dikehendaki Gus Dur. Sebaliknya Gus Dur bisa kurang tenang di alam sana bila perjuangannya selama ini tidak ada yang melanjutkan.

Kelompok Minoritas

Setalah itu, dilanjutkan doa bersama. Untuk doa secara muslim dipimpin oleh kiai muda dari desa Kembaran, Kiai Ghofar Ismail, yang juga pengurus MWC NU Kebumen. Doa oleh umat non muslim dipimpin Romo Sumanto dari Gereja Katolik St Vianney Kebumen. Selesai doa, digelar acara refleksi bersama yang dipimpin Salim Wazdy, pengurus PCNU Kebumen.

“Kita semua kehilangan Gus Dur, tapi malam ini kita tersenyum mengingat Gus Dur. Satu pelajaran penting dari Gus Dur adalah menyikapi masalah perbedaan (pluralitas) dengan guyon. Karena itulah, malam ini kita guyon sambil doa,” kata Salim Wazdy, yang sejak 2001 memmperjuangkan pluralisme di Kebumen melalui LSM INDIPT.

Kholid Anwar menyatakan, Gus Dur adalah korban dari demokrasi yang dia perjuangkan sendiri. “Demokrasi yang tidak manusiawi,” katanya. Kholid Anwar juga mengatakan, mundur dari KPU salah satunya karena rasa berdosanya kepada Gus Dur. Rasa berdosa karena KPU mengebiri hak dipilih warga negara, dalam hal ini Gus Dur, untuk maju dalam pilpres 2004 dengan alasan kesehatan.

Giliran berikutnya Romo Sumanto mengatakan, tidak mengenal secara langsung Gus Dur. Dia merasakan sendiri, Gus Dur itu memang seorang guru bangsa. Sebelum jadi presiden, memperjuangkan kelompok minoritas. Ketika menjadi presiden, Gus tetap sama. Makin kelihatan pembelaan Gus Dur ketika sudah tidak lagi menjadi presiden.

Menurut kaum muda yang diwakili aktivis PMII, Gus Dur adalah inspirator dalam gerakan mahasiswa.

“Gus Dur adalah lilin besar, yang menerangi kami lilin-lilin kecil. Kita patut berbangga karenanya dan meneruskan perjuangan beliau,” kata Dwi dari PMII Kebumen.

Acara ditutup pukul 23.00 dengan lagu “Gugur Bunga”. Eko Wahyudi dari Repdem membacakan puisi karyanya di sela-sela nyanyian lagu tersebut. Puisi yang dibawakan Eko bersemangatkan perlawanan kepada pihak-pihak yang selama ini antidemokrasi dan pluralisme.” Gus Dur telah mati, tapi semangatnya kini membara di dada kami,” katanya (B3-66)

Suara Merdeka, Senin pahing, 4 Januari 2010.

Foto: Dariman

1 Komentar

Filed under Diskusi, kliping, Obrolan, pemikiran, Publik, Uncategorized

One response to “Pluralitas Gus Dur Semangati Kaum Muda, dari doa bersama di pinggir sawah

  1. Ping-balik: Gusdurian Ngapak Kebumen karo sekitare | Ngapak NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s