700 Guru Ikuti Workshop Penerjemahan Alqur’an

Suara Merdeka.Kebumen – Bupati KH M Nashiruddin AM menyatakan, Alquran diturunkan sebagai bentuk cinta Allah kepada umat. Meskipun kitab suci itu dalam bahasa Arab, jika orang mau belajar serius pasti ada kemudahan. “Bahasa Arab itu untuk menjaga keotentikan isinya, ” ujar Bupati Nashiruddin sewaktu membuka “workshop metode cepat menerjemahkan Alquran sistem 40 jam” di Gedung Pertemuan Setda, kemarin.

Menurut ketua panitia Drs H Moh Soleh MPdI, workshop diikuti lebih dari 700 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD dan MI se-Kebumen, berlangsung sehari. Workshop menghadirkan KH Ahmad Kholil SQ dan Drs Moh Khoerul Anam MAg dari Lembaga Pendidikan Ilmu Alquran (LPIQ) Jakarta, dimoderatori Salim Wazdy MPd.

Nashiruddin menyatakan, Alquran merupakan petunjuk bagi manusia yang memberikan tuntunan menuju keselamatan dunia dan akherat. Kitab suci itu menjadi petunjuk dan membimbing manusia supaya dekat kepada Allah dan menemukan jalan yang benar. Dia menyambut baik workshop metode cepat penerjemah Alquran, supaya hasilnya bisa diaplikasikan para guru agama di sekolah dan di masyarakat.

H Achmad Kholil dalam makalahnya “Eksistensi dan Aktualisasi Program Terjemah Alquran Sistem 40 jam ” menyatakan, Alquran merupakan acuan konstitusi kehidupan bagi manusia sekaligus sebagai pembeda antara yang benar dan yang salah. Karena itu, mau tidak mau manusia harus mengkaji dan menginternalisasikan pemahaman sehingga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tingkat Membaca

Dia mengakui, sebagian besar umat Islam di Indonesia memahami Alquran baru pada tingkat membaca, dalam bentuk tekstual Arabi. Memang perjalanan belajar biasanya terhenti pascakemampuan baca tersebut secara lancar. Rutinitas itu, lanjut Achmad Kholil, akan tetap menjauh dari kedinamisan, manakala umat Islam Indonesia telah merasa cukup untuk memperoleh cita-citanya hanya dengan mengakumulasi pahala dari ibadah dengan cara membaca Alquran.

Dia menjelaskan kemudahan membaca Alquran. Sebab, setelah dihitung, jumlah kosakata dalam Alquran mulai Surat Al Fatihah sampai surat Ann Nisa 30 juz tidak sampai 110.000 kosa kata, tetapi 79 % terdiri atas kosa kata yang diulang-ulang. Misalnya, alladina diulang 810 kali, arrahmani diulang 57 kali, arrahimi diulang 95 kali, ulaaika diulang 205 kali, lafad allah diulang 2.698 kali.

Achmad Kholil menjelaskan, untuk menguasai bahasa Alquran sebanyak 30 juz cukup mempelajari jumlah kosa kata yang mewakilinya. Dia menyarankan agar mempelajari Surat Al Baqarah. Jadi, kuncinya siapa pun yang ingin lancar membaca Alquran, lancarkan dulu surat Al Baqarah. Demikian pula yang ingin bisa menerjemahkan Alquran 30 juz, berlatihlah dahulu menerjemahkan Surat Al Baqarah. (B3-66)

Sumber; Suara Merdeka, edisi;Rabu Pahing, 10 Maret 2010.

Tinggalkan komentar

Filed under kliping, Publik, Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s