Warga NU diminta tentukan arah kiblat

Semarang – Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Masruri Mughni mengimbau warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk mencermati arah kiblat pada 26-30 Mei 2010 pukul 16.18. “ Insya Allah pada Jumat 28 Mei 2010 pukul 16.18 posisi matahari tepat diatas kakbah. Jadi bisa dipakai patokan untuk menentukan kiblat,” tegasnya, semalam.

Menurut kiai yang ahli falak itu, ada beberapa cara menentukan arah kiblat. Yaitu menggunakan kompas, teodolit atau bayangan matahari. “Cara yang paling mudah menggunakan bayangan matahari, “ tuturnya.

Pada Rabu (26/5)- Minggu (30/5) atau paling tepat Jumat (28/5) pukul 16.18 bayangan tongkat atau arah matahari itulah pasti arah kiblat.” Waktunya bisa ditoleransi minus lima menit sebelum pukul 16.18 atau lebih lima menit setelah waktu itu,” katanya.

Pengasuh pondok pesantren AL-Hikmah2, Benda Sirampog, Brebes itu mengatakan, perlu memberikan penjelasan karena banyak warga yang resah akiba informasi yang tidak jelas.

Kepastian

“Berkembang kabar akibat gempa dasyat Haiti, posisi Kakbah di Makkah Al-Mukarrahamah bergeser sepuluh derajat. Akibatnya salah tangkap informasi ada yang mau bongkar masjid dan musala karena arah kiblatnya melenceng,” katanya.

“Kami sudah mendapat kepastian dari Prof Dr Thomas Jamaluddin dari Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) yang juga anggota Badan Hisab Rukyat Kementrian Agama Pusat, bahwa pergeseran itu bisa terjadi rentang waktu satu juta tahun, “ katanya.

NU menurut kiai sudah menerima fatwa MUI bahwa pengambilan sebaian besar mazhab empat orang Indonesia yang menuaikan shalat cukup menghadap ke barat. Namun bagi warga Nahdliyyin, berdasarkan bahtsul masail diniyah (pembahasan masalah-masalah agama) di Muktamar Donohudan dan Maksar untuk Ahli Makkah shalat harus menghadap ke ‘Ainul Kakbah.

Bagi umat Islam di luar kota Makkah selama keadaan masih bisa diikhtiari mencari arah kiblat berbagai cara bisa dilakukan. Namun, apabila terdapat kesulitan atau kebingungan bisa menggunakan pendapat fatwa MUI yang penting menghadap ke arah barat.

“Jadi tidak perlu kemudian membongkar masjid, musala atau langgar gara-gara dianggap tidak sesuai arah kiblat.” tegasnya. (B13-61)

Sumber; Suara Merdeka edisi, Slasa Pon, 25 Mei 2010

2 Komentar

Filed under Diskusi, Diskusi Aswaja, Kajian, Kebijakan, pemikiran, peringatan, Publik, Uncategorized

2 responses to “Warga NU diminta tentukan arah kiblat

  1. HR Manshur Mu'thy A Khayyi

    Ayo rame reme laksanakan Rois PWNU tersebut dengan cara :
    1. Sebelumnya berdoa, mudah mudahan pada saat itu langit jernih, dan bayang bayang cukup jelas
    2. Untuk Masjid/mushola yg disebelah barat ada jendelanya atau ventilasi, buka jendela, kalau kusennya tegak lurus, bayang2nya sudah menunjukkan arah kiblat.
    3. Sejak sekarang kader kader falak sudah bisa kordinasi

  2. salim wazdy

    kalau masih bingung, PCNU Kebumen/LP3M STAINU Kebumen siap bantu mengukur arah kiblat, kontaknya ke saya, insyaallah Bapak KHR Mansur juga siap bantu ya.. kan kyai?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s